This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Mengenmbangkan pendidikan melalui pengembangan pendidik

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label Pramuka. Show all posts
Showing posts with label Pramuka. Show all posts

Contoh Games dan manfaatnya

Contoh Games dan Pelaksanannya dalam pramuka


Assalamualaikum,
Salam Pramuka
Games atau permainan mempunyai peranan penting dalam latihan rutin pramuka. Permainan sangat membantu dalam meningkatkan kualitas latihan pramuka. Seorang anggota pramuka selain kaya dengan skill tali temali, sandi dan lainnya mereka juga harus cakap dalam memberikan games. Gerakan merupakan sebuah pendidikan yang bersifat nonformal, sehingga kegiatan kepramukaan harus dikemas dalam bentuk smenarik mungkin.
ada banyak referensi terkait jenis permainan termasuk Tri satya dan tujuannya di google.

Bentuk-Bentuk Games
1.      Di dalam ruangan
Pemberian games di dalam ruangan dibutuhkan suatu kreatifitas yang tinggi, ini dikarenakan games yang akan dilakukan di dalam ruangan haruslah betul-betul menarik tanpa memakai space atau ruang yang cukup luas. Kegiatan yang biasanya dilakukan di dalam seperti pemberian materi atau pembukaan kegiatan secara formal.
Ketika berada pada kondisi dalam ruangan sebaiknya menggunakan games yangtidak mengahruskan peserta beranjak dari tempatnya. Seperti permainan pengalihan konsentrasi, atau games perkenalalan.
2.      Di alam terbuka
Pemberian games di alam terbuka dibutuhkan sebuah ketajaman pemikiran dalam melakukan improvisasi. Si pemberi permainan apapun yang berada di alam harus dapat dijadikan sebagai bahan permainan.
Kelebihan dari kondisi ini adalah kita memiliki space yang cukup luas, sehingga sebaiknya games yang diberikan ketika berada di alam adalah games yang bersifat mengasah kerjasama anggota. Seperti bermain kaki seribu, ular naga, dan lain-lain.

Jenis-jenis permainan
1.      Permainan yang mengasah konsentrasi
Jenis permainan dominan digunakan ketika berada di dalam ruangan. Misalnya, ketika pemberian materi peserta mulai merasa ngantuk, bosan atau mulai tidak tertarik dengan kondisi ruangan. Maka pemateri dengan sigap memacu kreatifitasnya agar ruangan kembali kondusif.
2.      Permainan yang mengasah kerjasama
Jenis permainan ini dominan digunakan ketika berada di alam terbuka. Misalnya, latihan mingguan pekan ini adalah materi lapangan.
3.      Permainan yang mempererat silaturahmi
Jenis permainan ini sifatnya fleksibel, jenis ini bisa digunakan di dalam ruangan amaupun di alam terbuka.
4.      Permainan yang mengasah logika
Jenis permainan ini dominan digunakan pada kondisi di dalam ruangan. Karena jenis permainan ini tidak membutuhkan banyak gerakan atau ruang, tetapi lebih kepada melatih anggota pramuka dalam mempertajam daya pikirnya dalam menyelesaikan permasalahan.
Contoh Games
1.      Konsentrasi
Nama permainan: Lingkaran besar kecil
Aturan main:
Memberikan clue, jika saya membuat lingkaran kecil peserta mengatakan besar jika saya membuat lingkaran besar peserta menjawab kecil.
Agar lebih menantang peserta yang kurang konsentrasi diminta untuk memberikan sebuah hiburan.
Karena sifatnya pengalihan konsentrasi maka games ini sebaiknya dilakukan paling banyak 5 kali.

2.      Mengasah kerja sama
Nama permainan: Ular Naga
Peserta diarahkan untuk membentuk beberapa kelompok, jika sudah terbentuk msetiap kelompok diminta untuk berbaris secara berbanjar. Kemudian pemimpin games menjelaskan aturan main.
Aturan main:
1.      Peserta paling belakang dianggap sebagai ekor dan yang paling depan dianggap sebagai kepala.
2.      Setiap kelompok diberi sebuah balon yang telah ditiup, dan mempertahankan balon agar tidak sampai meletus.
3.      Yang berhak memcahkan balon adalah bagian kepala
4.      Tiap kelompok tidak boleh terlepas dari ekor hingga kepala, jika terputue maka dianggap gugur
5.      Peserta diberi waktu 20 menit untuk bertahan dan menyerang.
6.      Yang menjadi pemenang hanya 1 kelompok.
7.      Jika selama 20 menit 2 kelompok yang mampu bertahan, maka kedua kelompok ini diadu kembali hingga menjadi 1 juara.
3.      Mempererat silaturahmi
Nama permainan: sambung nama
Peserta diminta untuk membuat sebuah lingkaran. Dengan pemberi games berada di tengah lingkaran.
Aturan main:
1.      Orang pertama menyebut nama sendiri
2.      Selanjtnya orang kedua menyebut nama orang pertama dan namanya sendiri
3.      Selanjutnya orang ketiga menyebut nama orang pertama, kedua dan dirinya sendiri.
Begitu setersunya hingga sampai kembali kepada orang pertama.
4.      Mengasah logika
Nama permainan: 7 (seven) Boom.
Peserta diminta berbentuk lingkaran.
Aturan main:
1.      Peserta berhitung mulai dari angka 1 dan seterusnya.
2.      Jika peserta mendapatkan ada unsur angka 7 maka diganti dengan kata BOOM
Misalnya, 1,2,3,4,5,6, Boom, 8,9,10,11,12,13, Boom,15,16, Boom, …. dan seterusnya.

Manfaat Games

Apapun jenis permainanya dimana pun tempatnya, sebaiknya di akhir permainan diberikan sebuah manfaat atau tujuan memberikan games tersbut. Sehingga peserta tidak secara terpaksa mengikuti game stersebut. Ini juga bermanfaat untuk pengembangan diri mereka.

Apa permainan yang paling populer di daerahmu.???

Perkembangan Anak


Perkembangan Individu
Manusia adalah makhluk soial, dsebagaimana dikatakan bahwa manusia takan bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Perkembangan manusia dapat kita lihat dari multidimensi, baik fisik maupun non fisik.perkembangan fisik umumnya terjadi secara sistematis, progresif dan berkelanjutan. Sedangkan perkembangan non fisik pada individu bersifat acak. Berikut dimensi perkembangan individu dalam buku prof.Dr. Sudarman Danim:
1.      Perkembangan fisik, perkembangan fisik pada invidu mencakup aspek-aspek anatomis dan fisiologis. Perkembangan anatomis berupa perubahan kuantitatif atau perubahan jumlah proporsi pada tubuh misalnya tinggi badan, berat badan, struktur tulang dan lain-lain. Perkembangan fisiologis ditandai ditandai dengan perubahan secara kuantitatif, kualitatif dan fungsional dari system kerja biologis. Misalnya konstraksi otot-otot, perdaran darah dan pernafasan persyarafan, sekresi kelenjar, dan pencernaan. Perkembangan keduanya biasanya berjalan relative seirama.
2.      Perkembangan perilaku psikomotorik, perkembangan ini menuntu koordinasi fungsional antara system saraf dan otot, serta dan fungsi-fungsi psikis. Fungsi psikis mencakup kognitif, afektif, dan konatif. Perkembangan psikomotorik berlangsung dari yang sederhana kepada yang kompleks dan dari yang kasar kepada yang halus, spesifik, dan terkoordinasi.
3.      Perkembangan Bahasa, manusia memiliki potensi dasar Berbahasa. Potensi ini berkembang bergantung pada dimana dia bermukim dan berinteraksi dengan masyarakat berbahasa apa. Kemampuan berbahasa itupun memiliki perkembangan secara sitematis, progresif, dan berkelanjutan, mengekspresikan dan mengkomunikasikan berbagai informasi baik dalam bentuk lisan, tulisan, gambar dan lain-lain. Perkembangan Bahasa dimulai dengan meraban, berbicara monolog, haus nama-nama, gemar bertanya, membuat kalimat sederhana, dan Bahasa ekspresi dengan belajar menulis, membaca dan menggambar permulaan, bahakan hanya sekadar bercorat-coret yang awalnya tidak berpola.
4.      Perkembangan kognitif, ada banyak pendapat mengenai perkembangan kognitif. Menurut piaget (1896-1980) ada empat tahap perkembangan kognitif manusia.
a.       Tahap sensori mototrik
Pada tahap ini anak mengkonstruksi pemahaman mengenai dunia dengan mengkoordinasikan pengalaman sensori (melihat dan mendengar) dengan tindakan fisik atau mototrik. Pemahaman anak mengenai dunia sangat tergantung pada ruang dan kesempatannya bereksplorasi memperkaya pengalaman sensorinya. Tahap ini berlangusng kira-kira lahir sampai berusia 2 tahun.
b.      Tahap praoperasional
Pada fase ini anak-anak mulai mempresentasikan dunia di sekitarnya melalui kata-kata, citra, dan sekedar hubungan sederhana antara informasi sensori dan aktifitas fisik dan operasi. Tahap ini berlangsung kira-kira anak usia 2-7 tahun.
c.       Tahap operasional kongkret
Pada fase ini anak dapat melakukan operasi dan penalaran logis, menggantikan pemikiran intuitif, sepanjang penalaran dapat diaplikasikan pada contoh khusus atau kongkrit. Pada tahap ini berlangsung pada usia 7-11 tahun.
d.      Tahap operasional formal
Pada tahap ini individu bergerak melebihi dunia pengalaman yang actual dan kongkrit. Dia sudah mampu berpikir lebih abstrak dan logis. Pemikir operasional formal lebih sitematis dalam memecahkan masalah. Mereka pun sudah mampu mengembangkan hipotesis mengapa sesuatu tejadi sperti itu dan kemudian menguji hipotesis secara deduktif, dengan atau tanpa bimbingan.
5.      Perkembangan perilaku sosial
Perkembangan sosial menurut Buhler sebagai berikut
0-3 tahun
Semua fenomena dilihat menurut pandangan sendiri
3-4 tahun
Suka membantah, keras kepala
4-6 tahun
Mulai bisa menyesuaikan diri dengan aturan
6-12 tahun
Membandingkan dengan aturan-aturan
12-13 tahun
Perilaku coba-coba, serba salah, ingin diuji,.
13-16 tahun
mulai menyadari kenyataaan yang berbeda dengan sudut pandangnya
16-18 tahun
Berperilaku sesuai dengan tuntutan masayarakat  dan kemampuan dirinya.
6.      Perkembangan moralitas
Tahap perkembangan moral adalah ukuran dari tinggi atau rendahnya moral seseorang berdasarkan penalaran moralnya. Menurut Lawrence Kohlberg memberikan tahapan-tahapan perkembangan moral sebagai berikut:
Tingkat 1 (Prakonvensional, 0-9 tahun)
a.       Orientasi kepatuhan dan hokum
b.      Orientasi minat pribadi
Tingkat 2 (Konvrnsional, 9-15 tahun)
a.       Orientasi keserasian interpersonal dan konformitas(sikap anak baik)
b.      Orientasi otoritas dan pemeliharaan aturan sosial (moralitas hokum dan aturan)
Tingkat 3 ((pasca konvensional di atas 15 tahun)
a.       Orientasi kontrak sosial
b.      Prinsip etika universal
7.      Perkembangan keagamaaan. Manusia menyadari ada kekuatan yang serba maha di luar dirinya. Menurut abin syamsuddin (2003) menjelaskan tahapan perkembangan keagamaan sebagai berikut
1.      Masa kanak-kanak
Penghayatan rohaniah yang belum mendalam. Hal ketuhanan dipahamkan secara ideosiyncritic (menurut khayalan peibadinya)
2.      Masa sekolah
Pandangan ketuhanan yang terangkan secara rasional. Dan pengahayatan secara kerohanian semakin mendalam, melaksanakan kegiatan ritual ibadah diterima sebagai keharusan moral.
8.      Perkembangan konatif
Konatif merupakan perilaku yang berkaitan dengan motivasi dan factor penggerak perilaku seseorang yang bersumber dari kebutuhan-kebutuhannya.
9.      Perkembangan emosioanl
Bridges berpendapat bahwa proses perkembangan dan diferensiasi emosional pada anak-anak seperti berikut:
1.      Pada saat lahir
Kepekaan umu terhadap rangsangan-rangsangan tertentu seperti suara, cahaya, temperature dan sebagainya
2.      0-3 bulan
Suasana emosional seperti senang dan gembira mulai didefenisikan dari emosi orangtuanya
3.      3-6 bulan
Ketidaksenangan berdiferensiasi ke dalam kemarahan, kebencian, dan ketakutan
4.      9-12 bulan
Diferensiasi kegembiraan ke dalam kegairahan dan kasih saying
5.      18 bulan
Kecembururan mulai berdeferensiasi ke dalam kegairahan dan kasih saying
6.      2 tahun
Kenikmatan dan keasyikan berdeferensiasi dari kesenangan
7.      5 tahun

Diferensiasi ketidaksenangan di dalam rasa malu, cemas dan kecewa, sedangkan kesenangan ke dalam harapan dan kaish sayang.

bahan bacaan
prof. Dr. sudrwan Danim. Psikologi Pendidikan.2014.alfabeta.Bandung

Tri satya pramuka


TRI SATYA
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh menjalankan kewajibanku terhadap tuhan dan negara kesatuan Republik Indonesia dan ikut serta membangun masyarakat, Menepati Dasa Darma
DASA DARMA
1.      Takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
2.      Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia.
3.      Patriot yang Sopan dan Kesatria.
4.      Patuh dan Suka Bermusyawarah.
5.      Rela Menolong dan Tabah.
6.      Rajin Terampil dan Gembira.
7.      Hemat Cermat dan Bersahaja.
8.      Disiplin Berani dan Setia.
9.      Bertanggungjawab dan Dapat Dipercaya.
10.  Suci Dalam Pikiran, perkataan dan Perbuatan.


BENARKAH GERAKAN PRAMUKA BERMANFAAT UNTUK ANAK BANGSA
Salam Pramuka
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
            Negara adalah organisasi di suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyat. Indonesia merupakan negara yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA) dan kaya akan Sumber Daya Manusia (SDM). Sumber daya alam yang begitu berlimpah akan sangat menguntungkan sebuah negara apabila ia dapat dikelola dengan baik dan bijak.
            Begitupula dengan sumber daya manusianya, “kekayaan terbesar republik indonesia adalah sumber Daya Manusianya” Anies Baswedan (menteri Pendidikan dan kebudayaan). Pemerintah juga harus dapat membina anak-anak bangsa dengan tepat. Coba kita lihat di media-media sosial berapa banyak pemberitaan yang membicarakan tentang tawuran antar pelajar gambaran yang seperti itu semestinya tidak terjadi di negara kita ini. Terkadang alasan mereka berbuat anarkis sebagian besar adalah hal-hal yang sepele, misalnya bersenggolan ketika berkendara, ketersinggungan, bahkan yang paling parahnya adalah tindakan tawuran yang terjadi adalah dendam yang sudah bertahun-tahun dan turun temurun. Hal yang seperti ini tentunya bukan yang diharapkan oleh bangsa, sesuai dengan isi UUD 1945 yang berbunyi “mencerdaskan kehidupan bangsa”.
Keadaan yang terjadi saat ini bukanlah sepenuhnya kesalahan para pelajar, pelaku anarkis tidak seharusnya kita hindari namun mereka sudah menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai temannya, orang tua, guru, dan masyarakat yang harus menolongnya.
Selain dukungan-dukungan dari orang sekitarnya perlu juga ada lembaga atau wadah yang orientasinya berkenaan dengan pembentukan karakter yang baik, pembentukan moral yang baik, aktivitas-aktivitas yang bersiggungan langsung dengan alam sekitarnya, latihan kedisiplinan, pengembangan diri dan lain-lain. Gerakan Pramuka merupakan salah satu wadah yang mampu memenuhi kebutuhan tersebut.
Gerakan pramuka memiliki aturan orientasi geraknya yang disebut kode kehormatan yaitu tri satya dan dasa darma.
Takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Poin pertama dalam dasa darma yaitu Takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang berarti kita harus senantiasa bertakwa kepada tuhan dan mengetahui tujuan penciptaan manusia di bumi ini.
Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia
Poin kedua, berarti sebagai manusia kita sudah sepatutnya melindungi alam raya kita dan juga saling menebar kasih sayang sesama manusia, apabila kita mampu melaksanakan ini maka takan ada lagi yang namanya tawuran antar pelajar dan tak ada lagi penebangan hutan secara ilegal.
            Poin selanjutnya bisa ditemukan sendiri, referensi terkait dasa darma sangat banyak, namun dengan memahami seluruh isi dari dasa darma dan tri satya maka kita sendiri akan tahu manfaat gerakan pramuka bagi anak bangsa. Pemahaman-pemahaman tentang pramuka juga semakin dalam, karna tidak sedikit mereka yang tidak memahami gerakan pramuka hanya berkesimpulan bahwa gerakan pramuka hanya wadah menyanyi, bermain-main, pasang-pasang tenda, masak-masak, pecahkan sandi, namun dibalik itu ada banyak manfaat yang mampu membantu pembentukan karakter anak bangsa, membantu pembinaan moral yang baik.
            Pada dasarnya memahami isi dasa darma dan tri satya tidaklah begitu sulit, namun yang menjadi tantangan kita sendiri setelah memahami isinya adalah sejauh mana kita mampu melaksanakan maksud dari trisatya dan dasa darma tersebut. Oleh sebab itu gerakan pramuka yang paling sangat dibutuhkan adalah action, kita perlu berbuat agar diri ini bisa berubah kita perlu berbuat agar orang lain bisa berubah, dan rakyat Indonesia perlu berbuat agar Negara Republik Indonesia yang kita cintai ini bisa berjalan sesuai dengan cita-cita para pendahulu kita. Dan bisa menjadi tempat yang layak buat anak-anak dari cucu kita di masa depan.
Mari sama-sama menjaga alam
Mari sama-sama menuju cita-cita bangsa
IKHLAS BAKTI BINA BANGSA BERBUDI BAWA LAKSANA