This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Mengenmbangkan pendidikan melalui pengembangan pendidik

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label Motivasi Islam. Show all posts
Showing posts with label Motivasi Islam. Show all posts

Membeli dosa

Membeli Dosa

Oleh: Hendra

Manusia adalah tempatnya lupa dan khilaf, tulisan ini sekadar membantu mengingatkan kepada mereka yang sedang lupa atau khilaf.

Kemajuan teknolgi sangat maju pesat perkembangannya, dewasa ini terkhusus jaringan internet sudah memasuki babak yang sangat mutahir yakni jaringan 4G. Jaringan 4G _*(Long Term Evolution-advanced)*_ dengan kecepatan download maximum 1 Gbits/s dan kecepatan upload 500 Mbits/s tentunya akan sangat mempermudah aktivitas kita di dunia maya dalam hal mengakses informasi.

Menurut motivator motivator yang memiliki jam terbang yang cukup padat dalam memberi motivasi, mengatakan bahwa Salah satu kunci kesuksesan adalah kecepatan seseorang memperoleh informasi. Namun apa jadinya jika kecepatan jaringan internet yg sangat mutakhir ini tidak digunakan dengan bijak.

Saat ini media sosial WhatsApp (WA) sangat pipuler di seluruh lapisan masyarakat. Dengan applikasi yg cukup ringan, hemat data dan mudah dalam penggunaannya membuatnya menjadi applikasi yg sangat diminati. Tak tanggung tanggung seluruh pengguna SmartPhone telah terinstall applikasi ini.

Salah satu fiturnya yang menarik adalah pembuatan grup dengan jumlah  anggota yang dapat menampung hingga ratusan kontak. Menurut pengamatan  penulis setidaknya dalam satu Smartpone terdapat sedikitnya lima grup dalam satu apllikasi wa.

Yang ingin penulis sampaikan adalah terkadang kita lupa akan kiriman kiriman kita di grup. Niat kita sebenarnya baik, yakni ingin orang lain tertawa, saling berbagi kebahagiaan, namun terkadang yang menjadi permasalahan adalah dalam kirimannya dalam format video atau gambar terkandung konten yang bersifat membully, menjatuhkan martabat orang lain, menjadikan wajah seseorang sebagai bahan candaan dengan tujuan orang lain dapat tertawa. Mari kita renungkan, apakah candaan seerti ini yang di anjurkan oleh rasulullah???

Kita mengirim video dengan konten yang bersifat menjatuhkan martabat orang lain dengan satu kali *klik* menggunakan ibu jari kita dengan ukuran video misalnya 7.1 Mb.
Mari kita coba konversi fakta ini ke dalam bentuk matematika.
Misalkan kuota data 5GB seharga Rp. 30.000. Artinya kita membeli 1 kb seharga Rp. 0.1667, harganya tak cukup 1 rupiah. Namun bagaimana jika ukuran video yg dikirm 7 Mb berarti 700 kb × Rp. 0.1667 = Rp. 166.67.  Artinya anda *membeli dosa* dengan harga Rp. 166.67 dalam satu grup. Bagaimana jika di kirim ke 5 grup.?? Tentunya ini sangat perlu kita perhatikan dan perlunya kita saling mengingatkan.

Tak ada salahnya kita bercanda namun harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah, yang telah di jelaskan dalam banyak hadist.
Kondisi di atas terjadi jika apa yang kita bagikan adalah kontennya bersifat negatif.

Bagaimana jika yang terjadi adalah sebaliknya ???

jika Yang kita kirim adalah Hal-hal yg positif yang sifatnya untuk membuat orang lain tersadar atau mungkin sebuah gambar yang berisi tentang ajakan untuk menjadi pribadi yang jauh lebih baik dan beriman. Artinya kita telah investasi pahala seharga Rp. 166.67 dalam satu grup.

Sekali lagi penulis mengajak untuk lebih bijak dalam hal menggunakan Handpone, penulis sadar bahwa HP maupun kuota data yang dibeli sepenuhnya adalah hak anda tapi tidak ada salahnya jika penulis pun ikut serta dalam hal menngingatkan bagi mreka yang lupa.

Selajutnya terserah anda, igin membeli dosa atau membeli pahala.
Semoga hermanfaat.

Mengumpulkan puing-puing ilmu

Belajar kepada siapa saja
Belajar adalah suatu proses untuk memperoleh pengetahuan. Belajar membutuhkan proses yang lama sehingga yang diperlukan dalam belajar dan menuntut ilmu adalah kesabaran. Selain itu berada diantara orang yang gemar menuntut ilmu juga akan menjadi salah satu faktor membangkitkan motivasi belajar kita.
Belajar boleh kepada siapa saja, dimana saja dan kapan saja tidak harus dalam bentuk formal. Misalnya, saya pernah mengajar di salah satu sekolah Islam Terpadu yang terkenal di wilayah Gowa-makassar dan sekitarnya. Ini terbukti dengan banyaknya peserta didik yang mendaftarkan diri untuk bisa mengecap pendidikan di sekolah ternama tersebut. Al-Fityan School Gowa (AFISGO) sekolah ini menerima peserta didik dari tingkat PAUD hingga SMA, dengan mengedepankan ajaran islam. Mulai dari hafalan hadist, hafalan Alquran hingga sirah nabawiyah. Meski begitu bukan berarti ilmu dunia secara utuh ditinggalkan, melainkan ilmu dunia diramu dalam bentuk yang islami. Bahkan guru pun dibekali dengan ilmu agama (dalam bentuk tahsin dan Liqo). Peningkatan mutu guru juga ditingkatkan dengan mengadakan seminar dan pelatihan guru secara gratis untuk seluruh guru di sekolah AFISGO.
Sebagai guru di sekolah AFISGO, saya pun belajar di sekolah ini dalam hal Tahsin dari Ust. Yusran. Ketika diperdengarkan penyebutan huruf yang benar saya sadar bahwa selama ini masih banyak kesalahan yang sering kulakuakan dalam membaca Alquran. Dari beliau saya banyak belajar hingga Alhamdulillah meski belum sempurna tetapi sudah banyak perbaikan dalam membaca Alquran. beliau begitu sabar membetulkan bacaan huruf Aqlruan ku, beliau sering memuji dalam hal kemajuan penyebutan hurufku tetapi saya sadar bahwa beliau memujiku agar saya lebih termotivasi yang lebih lagi dalam membaca Alquran.

Selain Tahsin saya juga belajar melalui Liqo, Ust. Nasir Lc. Adalah Murobbi yang sangat luar biasa. Sebagai murobbi beliau sangat sabar dalam memberikan materi kajian islam yang dilakukan tiap pekan. Beliau bahkan sering memotivasi dalam hal bekerja, dan dalam hal menuntut ilmu.

Selain beliau berdua, saya juga punya guru sekaligus saudara tak sedarah di sekolah AFISGO, guruku ini sedikit lebih muda (junior), meski begitu saya tak memandang usianya tetapi saya melihat keilmuan yang dimilkinya. Mereka lulusan Annu’aimi Jakarta. Hasballah dan Saiful Hasibuan kepadanya saya sering bercerita lepas atau menanyakan hal-hal tentang islam yang belum saya pahami.
Dilain waktu saya meminta mereka berdua mendengarkan bacaan Quran ku, dan meminta masukannya dalam memperbaiki bacaan. Sedikit tidak nyaman dalam kondisi keilmuanku saat itu, ketika siswa SD saja telah berlomba menghafal juz 30, sedangkan saya dalam posisi sebagai guru masih dalam tahap perbaikan penyebutan huruf namun kutipan kata yang membuatku tak berhenti dan berputus asa “orang yang belajar Alquran dari awal lebih besar pahalanya dibandingkan mereka yang telah lancar dalam membaca Alquran” sepenggal kalimat ini membuat semangat belajar ku mendidih dan membuat ku merasa bahwa kesempatan masih terbuka lebar untuk membaca Alquran secara benar.

Kakak Basri/ust. Basri kira-kira begitulah sapaan saya sehari-hari kepada beliau. Dia bukanlah murobbi Liqo atau tahsin, tetapi beliau ibarat sebuah jembatan emas yang menghubungkan antara saya dan Alfityan. Seperti itulah rahasia Allah, melalui beliau sehingga saya dapat memperoleh ilmu, guru-guru yang hebat, dan pengalaman yang sangat luar biasa.
Melalui cerita di atas saya ingin menyampaikan bahwa belajar adalah sebuah kebutuhan, kita tidak pernah merasa cukup dengan ilmu yang kita miliki. Meskipun telah bergelar sebagai seorang guru bukan berarti gelar itu membuat kita merasa tak perlu lagi untuk belajar. Semakin kita belajar semakin mendapati diri kita bahwa sesungguhnya meski telah bergelar sarajana, magister, doktor tetapi ternyata kita masih saja butuh dengan ilmu.
ada beberapa point yang saya pikir cukup mendorong motivasi dalam belajar:
1.      Belajar boleh kepada siapa saja
2.      Rasa puas dalam menuntut ilmu sebaiknya di hilangkan
3.      Utamakan ilmu Agama
4.      Untuk menjadi guru yang bijak maka, jadilah murid yang baik


Motivasi


Masalah dalam kehidupan sehari-sehari ibarat anak tangga.
Mulai dari masalah yang kecil sedang hingga masalah besar, namun masalah dalam kehidupan sehari-hari bergantung cara manusia memandang atau melihatnya.
Ada orang yang melihat masalah merupakan musibah baginya, ada pula yang memandang masalah sebagai pendewasaan diri dan ada pula yang melihat masalah sebagai proses pendewasaan diri, bahkan sebagian orang berpikir masalah sebagai jalan menuju kesuksesan.

Maka sebagai manusia yang selalu berpikir maju, selalu berpikir kesuksesan dan kebahagiaan, tentunya kita akan memandang masalah sebagai jalan menuju kedewasaan jalan menuju kesuksesan dan jalan menuju kebahagiaan.
“Pikirkanlah kebahagiaan dan kesuksesan maka dalam kehidupan betul-betul akan menjadi kenyataan”

Hendra,-

sifat jujur


Jujur adalah sebuah sikap yang sangat disukai oleh manusia banyak yang mengidam-idamkan memiliki pasangan yang jujur, teman yang jujur, dan rekan bisnis yang jujur. Tidak jarang orangtua menginginkan anak yang jujur, pembeli menyukai penjual yang jujur begitupun sebaliknya. Namun tidak banyak yang bisa menjadi orang jujur, tetapi ada juga orang yang jujur pada waktu tertentu dan tidak jujur pada yang tertentu pula.
            Saat ini kejujuran menjadi sikap yang sangat langkah dijumpai, tak pandang usia dan jabatan padahal sikap jujur adalah sikap yang sangat mulia. Mari kita melihat pembawa agama islam yakni nabi Muhammad Saw. Ia dikenal sebagai orang yang sangat jujur dan amanah oleh sebab sikap kejujuran serta amanahnya banyak yang menyayangi beliau bahkan ketika beliau wafat banyak orang yang sangat merasa kehilangan.
            Bagaimankah kita yang hidup saat ini? Hanya anda yang tahu. Beberapa waktu lalu ada seorang calon mahasiswa yang ingin mendaftar di sebuah universitas negeri, ia membayarkan beberapa rupiah yang menjadi sebuah syarat pengambilan formulir. Namun ketika si petugas menghitung uang yang dibayarkan si calon mahasiswa menyadari bahwa uangnya lebih dan si petugas juga menyadari bahwa uang itu lebih.
Calon mahasiswa : uangnya pas pak ?
Petugas                : iya, uangnya pas dek. (mengecek dengan menghitung kembali)
Calon mahasiswa : gimana pas pak ?
Petugas                : iya dek, uangnya pas.
Mengapa saya menceritakan ini, karena kita harus sadar bahwa institusi pendidikan pun telah ada orang yang tidak jujur, padahal ini adalah harapan negara, orangtua dan anak-anak bangsa sebagai institusi yang membangun karakter bangsa yang baik.
            Mengapa kejujuran ini sangat mahal padahal ada banyak hikmah yang bisa kita peroleh di balik memliki sikap jujur. Hikmah yang bisa kita dapat diantaranya:

1.      Jujur itu memperbanyak teman
Orang yang jujur tentunya memiliki banyak teman, orang akan nyaman berteman dengan orang yang jujur. Coba anda bayangkan memiliki teman yang suka bohong dan sering tidak jujur tentunya pertemanan itu tidak akan tahan lama.
2.      Kejujuran itu penyejuk hati
Apa yang kita rasakan ketika mengatakan suatu kebohongan, tentunya hati menjadi risau dan tidak tenang. Bandingkan dengan ketika berkata jujur sebuah kedamaian yang dirasakan.
3.      Kejujuran pembawa berkah
Sikap ini dapat membawa berkah buat kita, saya sering mendengar pedagang mengatakan “Orang menilai kita pada transaksi pertama”. Jika kita tidak jujur dalam berdagang maka berkahnya uang yang kita peroleh itu hilang dan pembeli tidak lagi mendatangi kita untuk kali kedua.
4.      Jujur itu pembawa do’a
Coba perhatikan disekitar kita orang yang mempunyai sikap jujur, banyak yang mendoakan untuk keselamatannya. Beda halnya dengan orang tidak menjaga sikap jujur banyak juga yang mendoakan tapi isi doanya tentunya berbeda.
Dengan melihat beberapa manfaat jujur, masihkah kita ingin tidak jujur. Jujur yang saya maksudkan ini bukan sekadar berbohong tetapi jujur yang sebenar-benarnya dalam kehidupan sehari-hari. Jujur menggunakan waktu jam kerja, jujur memanfaatkan fasilitas sekolah , kampus dan tempat kerja dan masih banyak lagi sikap jujur dalam kehidupan kita. Jadi mari budayakan sikap jujur.

JUJUR ITU HEBAT . . .

Hadits tentang niat

oleh: Hendra
Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang
Al-Baidhawi berkata, ”Niat adalah dorongan hati yang dilihat sesuai dengan suatu tujuan, berupa mendatangkan manfaat atau mendatangkan mudharat dari sisi kondisi atau tempat. Ada yang berpendapat, niat adalah, menuju sesuatu yang dibarengi dengan mengerjakannya.” (Bahjatun Nazhirin 1/31 dan Syarah Hadits Arba’in oleh Imam Nawawi hal. 17). Merujuk dari kedua pengertian ini dapat kita ketahui bahwa niat itu tempatnya di hati, kemudian diucapkan dengan lisan dan dilaksanakan dengan perbuatan yang akan mendatangkan kebaikan-kebaikan atau keburukan.
Imam Muslim dalam hadits (no.129), Muhammad Rasulullah berkata “Allah swt. Berfirman, “apabila seorang hamba-Ku berbicara akan melakukan kebaikan, maka Aku menuliskan kebaikan itu untuknya sekalipun dia belum mengamalkannya. Apabila dia melakukannya, maka Aku menuliskannya sepuluh kali lipat. Apabila dia berbicara hendak melakukan kejahatan, maka Aku memberikan ampunan padanya selama dia belum melakukannya. Apabila dia melaksanakannya, maka aku tuliskan untuknya sebagaimana mestinya.’
Imam Al-bukhari dalam hadits (No.6491), “jika dia merencanakan lalu melaksanakannya, niscaya Allah menulisnya di sisi-Nya sepuluh kali lipat kebaikan hingga tujuh ratus kali sampai berlipat-lipat…’.
Dengan kedua hadist di atas tidakkah kita menyadari bahwa Allah maha pemurah? Allah menyiapkan ampunan bagi manusia yang berniat melakukan keburukan namun jika manusia berniat melakukan suatu kebaikan maka Allah memerintahkan malaikat mencatatnya sebagai kebaikan dan apabila dikerjakan Allah melipat gandakan sepuluh kali lipat bahkan menurut hadist imam bukhari tujuh ratus kali lipat. Subhanallah.
Dari Abu Hurairah secara marfu’ disebutkan “Allah tidak memandang tubuh dan bentuk kalian…” kemudian dia menambahkan,”Beliau menunjuk ke dadanya.”(shahih).
Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (no.4143), Maksud dari hadist ini adalah perbaikilah perbuatan dan hati kalian, karena Allah tidak memandang tubuh yang indah dan pakaian yang mewah. Yang Dia pandang hati yang penyayang dan jiwa mukmin lagi tunduk.
Dalam hadist yang lain di jelaskan tentang niat yakni ketika suatu pasukan hendak menyerang ka’bah tatkala sampai di sebuah tanah lapang dengan kuasa Allah swt, mereka dibenamkan dari awal hingga akhir pasukan. Dalam riwayat at-Tirmidzi (no.2171) tanah lapang yang dimaksud yakni Al-Baida’, Al-Baida’ adalah tanah kosong yang tidak ada apapun diatasnya. Baidah Almadinah adalah tanah yang lapang yang berhadapan dengan Dzul Hulaifah, menghadap ke arah Mekkah.
Imam Bukhari (no.2118) Rasulullah bersabda:
“Ada satu pasukan yang hendak menyerang ka’bah. tatkala sampai di sebuah tanah lapang, mereka dibenamkan, dari awal hingga akhir pasukan.”Aisyah berkata,”saya menanyakan bagaimana mungkin pasukan itu dibenamkan dari awal hingga akhir, padahal diantara mereka ada orang-orang yang hendak pergi ke pasar dan bukan golongan mereka?”beliau menjawab,”memang mereka dibenamkan dari awal hingga akhir, tapi mereka akan dibangkitkan menurut niat masing-masing’.(Shahih).
            Merujuk hadits di atas dapat kita pahami bahwa sesungguhnya amalan itu dilihat dari niat, jika kita beribadah dengan niat mendapat pujian, maka kita akan mendapat pujian tapi belum tentu dengan keridhaan Allah.
            Fenomena ini biasa kita lihat, ketika memasuki musim PEMILU (pemilihan umum)  oknum calon ini dengan rela merogok kantongnya dalam-dalam untuk membagikan sembako kepada masyarakat dengan tujuan masyarakat berempati kepadanya shingga memperoleh suara ketika pemilihan. Jika itu yang diniatkan sesuai firman Allah maka mereka akan memperoleh suara pada saat pemilihan tetapi belum tentu dengan amalannya.
            Mari kita beribadah kepada Allah swt, dengan niat mengharapkan semata-mata keridhaannya. Mari Bersama-sama memperbaiki niat kita, sesungguhnya Allah maha penyayang dan menerima taubat hambaNya.
Wassalamualaikum.
Bahan bacaan
Abu Abdullah Ali bin Muhammad Al-Maghribi, 2014. Shahih Fadha-il A’Mal. Pustaka Ibnu Katsir.Jakarta

Adzabul “abbas khalid syamhudi,Lc.Fikih Niat.e-book

Rahasia di balik Kesalahan


Dalam mind sebahagian orang menganggap salah adalah sebuah hal negatif, dan yang melakukan kesalahan dipandang berbagai macam perspektif. misalnya; salah dalam mengerjakan tugas atau ujian bagi anak sekolah maka dianggap siswa yang bodoh, salah dalam mengerjakan tugas bagi karyawan maka dianggap karyawan yang tidak becus, salah dalam memberikan materi pelajaran bagi guru maka dianggap sebagai guru yang asal ngajar, salah dalam memberikan instruksi untuk bawahan maka dianggap atasan yang tidak kompeten, dan masih banyak lagi dalam bidang lain. namun pernahkah kita berpikir bahwa dari kesalahan tersebut akan bangkit sebuah pribadi yang luar biasa, pribadi yang hebat, pribadi yang kuat, semakin sering berbuat kesalahan maka semakin siap pribadi itu menjadi pribadi yang luar biasa. maka hati-hati dalam menertawakan kesalahan orang lain, mari kita belajar dari orang-orang besar seperti A.G Bell, Einsten, dan ilmuwan lainnya. apakah mereka hanya mencoba sekali kemudian berhasil, jika anda menjawab "iya" maka (silahkan coba membaca bigorafi beliau). mereka sering melakukan kesalahan namun, kesalahan-kesalahan merekalah dalam penemuannyalah yang membawa mereka tercatat sebagai orang-orang yang berjasa dalam kehidupan kita saat ini, bayangkan apa jadinya jika tidak dapat menikmati cahaya lampu di malam hari? apa jadinya jika tidak ada alat komunikasi saat ini, mungkin salah satunya anda tidak akan bisa membaca tulisan saya ini. maka dari itu mari kita memandang sebuah kesalahan kita hari ini sebagai batu loncatan menuju pribadi yang hebat, namun perlu juga diingat jangan pernah mengulang kesalahan yang sama secara berulang, jika itu terjadi sama artinya anda tidak siap menjadi pribadi yang hebat dan luar biasa. jika menemukan kesalahan dari teman maka koreksilah dan baerikan masukan, jika melihat kesalahan orang lain maka jadikanlah sebagai pelajaran buat kita sendiri, dan jika menemukan kesalahan pada diri sendiri maka introspeksi diri untuk perbaikan di masa depan jangan lupa ucapkan kata "MAAF" karena sesungguhnya orang mengakui kesalahannya adalah salah satu ciri orang yang hebat. semoga kita menjadi pribadi-pribadi yang hebat.

Manfaat Berdoa

Jangan berhenti berdoa!

Doa merupakan salah satu cara manusia melakukan sebuah permohonan atau permintaan kepada Allah dengan penuh pengharapan. Agar Allah membantu kita memenuhi harapan itu. Tapi pernahkah kita merasa doa kita tidak dikabulkan?
Allah maha menepati janji, teruslah berdoa kita tidak tahu doa mana yang akan dikabulkan_Nya. Jangan sekali-sekali merasa berputus asa dalam berdoa bisa jadi kita sedang di uji untuk mengetahui seberapa serius kita meminta kepada_Nya.
Tidakkah kita berlajar dari kisah nabi Ibrahim, beliau sangat mendambakan seorang anak. Maka dengan penuh pengharapan nabi Ibrahim terus meminta kepada Allah agar dikaruniai seorang anak yang soleh. Bukankah Dia maha menepati janji, nabi Ibrahim dikaruniai seorang anak ketika beliau berusia lanjut yakni berusia 86 tahun, 40 tahun setelah beliau menikah. (Qs. Ash-Shaffaat [37]:100).
Hanya kepada_Nyalah kita menaruh harapan, bersabarlah sedikit jika doamu belum terkabul mungkin saja Allah sedang mempersiapkan sesuatu yang jauh lebih besar dari apa yang kita minta.
Meskipun telah dikabarkan tentang janji Allah masih ada saja yang tidak mau menunggu, maka datanglah mereka ke tempat-tempat yang tidak di ridhai oleh Allah seperti dukun, peramal, batu besar, pohon keramat bahkan kuburan tua untuk melakukan sebuah permintaan agar apa yang diinginkannya cepat terwujud.
Jika seperti ini bukankah kita seperti orang yang hidup di zaman sebelum datangnya nabi Muhammad, yang menyembah patung, matahari, kayu yang diukir. Itu berarti terjadi kemunduran pengetahuan dari dalam diri kita. Memakai cincin yang berhiaskan delima dan memakainya ketika hendak berjualan dengan tujuan dagangannya akan semakin laris dengan memakai cincin tersebut.

Bukankah Allah mengatakan mintalah kepadaKu niscaya akan Aku kabulkan. Maka jika menginginkan sesuatu mintalah kepada Allah Rezeki, jodoh, ilmu, kelapangan hidup, anak yang soleh, kelulusan sekolah, kelancaran bisnis dan sebagainya. Jangan malu, jangan ragu dan jangan berhenti berdoa Karena orang yang berhenti berdoa sama halnya orang yang telah berputus asa dalam meminta kepada Allah. Lagi pula Allah senang dengan hambanya yang datang lalu meminta kepada Allah dengan penuh keyakinan, tanpa kita sadari sesungguhnya Allah mengajarkan kita sikap optimis dalam menginginkan sesuatu.